Pastikan Layanan Ibadah Aman dan Profesional, Kepala Kemenag HSU Lakukan Monitoring ke Biro Travel Haji dan Umrah
Inews Amuntai- Dalam upaya memastikan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah berjalan sesuai aturan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Hj. Nahdiyatul Husna, melakukan kunjungan monitoring ke salah satu biro perjalanan resmi, PT. Madina Wisata Abadi, yang berlokasi di Amuntai, Selasa (14/10/2025).
Monitoring ini dilakukan bersama Tim Task Force Haji dan Umrah, sebagai bagian dari kegiatan rutin pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggara perjalanan ibadah di wilayah HSU. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Kemenag dalam memastikan bahwa seluruh jemaah haji dan umrah di Kabupaten Hulu Sungai Utara mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan sesuai standar.
Pastikan Legalitas dan Kualitas Layanan Sesuai Ketentuan
Dalam kunjungannya, Hj. Nahdiyatul Husna menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan legalitas dan kelayakan operasional setiap biro travel penyelenggara ibadah haji dan umrah. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai dari izin operasional, sarana dan prasarana pelayanan, hingga kualitas pembimbing ibadah.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap travel resmi benar-benar menjalankan tugasnya secara profesional, amanah, dan transparan dalam melayani para jemaah. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat beribadah dengan tenang,” ujar Husna.
Selain itu, Kemenag juga melakukan dialog langsung dengan pihak pengelola travel untuk menggali informasi seputar tantangan yang mereka hadapi, serta memberikan pembinaan agar penyelenggaraan ibadah dapat berjalan lebih baik di masa mendatang.

Baca Juga : Ribuan Warga Padati Jalan Santai Harlah STIQ Amuntai, Bupati Sahrujani Turun Langsung!
Pendekatan Humanis dan Edukatif
Husna menekankan bahwa peran Kementerian Agama tidak hanya sebatas pengawasan administratif, melainkan juga sebagai mitra pembinaan bagi seluruh penyelenggara haji dan umrah. Ia berharap, pendekatan yang humanis dan edukatif ini dapat mendorong para pengelola travel untuk terus meningkatkan mutu pelayanan.
“Kami di Kemenag tidak hanya ingin mengawasi, tetapi juga mendampingi dan memberikan solusi. Tujuannya agar setiap penyelenggara dapat menjalankan tugasnya sesuai aturan sekaligus memberikan kenyamanan bagi para jemaah,” jelasnya.
Pendekatan tersebut, lanjutnya, juga penting agar tidak ada lagi kasus biro travel ilegal atau penyelenggaraan umrah yang merugikan masyarakat. Dengan sistem pembinaan yang intensif, diharapkan seluruh biro perjalanan di HSU semakin tertib, profesional, dan bertanggung jawab.
Bangun Sinergi Demi Layanan Ibadah yang Berkualitas
Selama kegiatan berlangsung, tim Kemenag melakukan pengecekan menyeluruh terhadap dokumen izin operasional, kontrak kerja sama dengan mitra di Arab Saudi, serta kesiapan tenaga pembimbing ibadah. Husna juga menyampaikan apresiasi kepada pihak travel yang telah berupaya menjaga kepercayaan masyarakat dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami berharap sinergi antara Kementerian Agama dan pihak travel semakin kuat. Dengan kerja sama yang baik, penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Kabupaten Hulu Sungai Utara bisa berjalan aman, tertib, dan memberikan kepuasan maksimal bagi para jemaah,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Kemenag akan terus memperluas sistem pengawasan berbasis digital agar seluruh proses pendaftaran, keberangkatan, hingga kepulangan jemaah dapat terpantau secara transparan dan akuntabel.
Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat
Kegiatan monitoring seperti ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Melalui pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan tidak ada lagi praktik biro perjalanan tidak resmi yang merugikan calon jemaah.
Selain memeriksa administrasi, Husna juga memberikan masukan tentang pentingnya pelayanan prima dalam setiap tahap keberangkatan jemaah — mulai dari pembekalan manasik, fasilitas transportasi, hingga akomodasi selama di Tanah Suci.
“Pelayanan terhadap jemaah bukan hanya soal keberangkatan, tetapi bagaimana mereka merasa aman dan nyaman sejak mendaftar hingga pulang ke tanah air,” tutupnya dengan tegas.
















